Doa Sunnah Rosulullah SAW
Kondisi di musim penghujan seperti sekarang ini, angin besar menjadi
pemandangan tak terelakkan. Satu sisi ia menjadi pertanda segera
turunnya hujan, namun sisi lain menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran.
Karena angin kencang ada kalanya menumbangkan pohon, merobohkan
bangunan, merebahkan tanam-tanaman, dan menjadi sebab terjadinya banjir.
Dalam kondisi semacam ini kita tidak boleh mencelanya, karena ia
bertiup demikian dengan ketentuan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tetapi
disyariatkan mengucapkan zikir dan doa seperti yang diajarkan Nabi
Shallallahu ‘alaihi Wasallam.
Dari Ubai bin Ka'ab dengan
redaksi lain. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam: janganlah kalian
mencaci angin. Lalu apabila engkau melihat yang tidak menyenangkan, maka
berdoalah:
اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ هَذِهِ
الرِّيْحَ وَخَيْرِ مَا فِيْهَا وَخَيْرِ مَا أُمِرَتْ بِهِ وَنَعُوْذُ
بِكَ مِنْ شَرِّ هَذِهِ الرِّيْحَ وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا
أُمِرَتْ بِهِ
"Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu
kebaikan angin ini dan kebaikan yang ada padanya dan kebaikan yang
dibawanya. Dan kami berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini,
keburukan yang ada padanya dan keburukan yang dibawanya." (HR.
Al-Tirmidzi)
Pergerakan angin merupakan bagian dari tanda
kebesaran Allah Subhanahu wa Ta'ala. Adakalanya bertiup sepoi-sepoi dan
menyejukkan. Ada kalanya juga kencang dan ribut sehingga menimbulkan
sesuatu yang tidak kita suka. Ini semua berlaku dengan qadha' dan qadar
Allah 'Azza wa Jalla.
Tentunya dengan hikmah yang Allah
kehendaki. Oleh sebab itu tidak pantas jika seorang muslim mencaci
angin. Karena mencaci angin itu berimbas mencaci terhadap Zat yang
mencipta dan mengutusnya. Karena angin itu makhluk Allah dan tunduk
kepada perintah-Nya.
DOANYA
اللَّهُمَّ إِنِّي
أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ
وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ
بِهِ
”Allahumma Innii As’aluka Khairaha wa Khaira Maa Fiihaa wa
Khaira Maa Ursilat Bihi wa ’Udzu Bika Min Syarriha wa Syarri Maa Fiihaa
wa Syarri Maa Ursilat Bihi”
"Ya Allah sesungguhnya aku memohon
kepada-Mu kebaikan angin ini dan kebaikan yang ada padanya dan kebaikan
yang dibawanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini,
keburukan yang ada padanya dan keburukan yang dibawanya."
Allah Ta'ala berfirman,
وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ
"Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan)." (QS. Al-A'raf: 57)
وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا
"Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat
sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air
yang amat bersih." (QS. Al-furqan: 48)
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ يُرْسِلَ الرِّيَاحَ مُبَشِّرَاتٍ وَلِيُذِيقَكُمْ مِنْ رَحْمَتِهِ
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah bahwa Dia mengirimkan
angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu
sebagian dari rahmat-Nya . . ." (QS. Al-Ruum: 46)
فَسَخَّرْنَا لَهُ الرِّيحَ تَجْرِي بِأَمْرِهِ رُخَاءً حَيْثُ أَصَابَ
"Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya." (QS. Shaad: 36)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar